Senin, 27 April 2009

Salik

Cintaku kepadaMu . Kemarau lalu . Putik bunga di hati . Sejati hidup

Rabu, 22 April 2009

In Memoriam (22 April 2009)


ilustrasi: jalanhakikat. genre: ekspresionism

Jumat, 10 April 2009



Pemimpin besar menginspirasi orang-orang peka terhadap “hal-hal kecil”. Empati. Ia tamsil pijar, menerangi banyak jalan untuk Para Salik kehidupan. Ia tamsil cermin, memantulkan energi hikmah dan refleksi.
ilustrasi: jalanhakikat. genre: ekspresionism

Sabtu, 28 Maret 2009

Irvan 'Rotor' Sembiring



"There're many ways to achieve life...Many ways to achieve death...but only one way to achieve POSTMORTEM !!!" (IRS)

Kamis, 19 Maret 2009

MAINSTREAM

ilustrasi: jalanhakikat. genre: ekspresionism

Selasa, 17 Maret 2009

Musik, Citarasa, dan Kapitalisme

Musik merupakan manifestasi kreatifitas dan eksplorasi nilai-nilai estetik yang terpancar dari kedalaman ceruk imajinasi. Ia lahir dan berkembang dalam satu garis linear bersama detak peradaban zaman. Musik—dan seni lainnya—memiliki karakteristik inheren berupa orisinalitas, namun ia sekaligus juga sebagai reaksi dari berbagai peristiwa paling luar.
Kini, dunia musik kita mengalami satu episode involusi. Pada puncaknya nanti, peradaban musik akan terjungkal ke jurang keruntuhan. Secara lambat laun, musik dan seni akan tercerabut dari pijakan epistemnya yang ”azali”, “suci”, dan orisinal. Sejarah, tujuan, dan ruh estetikanya diseret, dicabik-cabik, demi nafsu pragmatis dan akumulasi angka-angka semata. Musik pada ahirnya tidak lebih dari sekedar instrumen belaka. Hegemoni industrilah yang diyakini menjadi penyebab "kehancuran" itu. Dengan kekuatannya, musik kemudian dipaksa untuk melacurkan diri pada kepentingan-kepentingan pragmatis, siap saji. Dan suatu saat, orisinalitas dan cita rasa sebuah karya musik—dan seni lainnya—akan tenggelam dalam satu ritus penuh tekanan dan sangat dangkal.

Sex Pistol, Band Punk ara 70’an kelahiran Inggris, menjadi semakin tenar justru ketika memainkan musiknya tanpa ”aturan”. Bermain ”apa adanya”. Apa yang terkandung dalam ceruk imajinasi mereka, itulah yang diterjemahkan dalam satu irama murni ”tanpa basa basi”. Tak ada kompromi. Semakin ”berantakan”, semakin dipuja. Semakin ”berantakan” semakin melegenda.
Nirvana, Band Grunge kelahiran Seattle, memainkan lagunya tanpa aturan samasekali. Misalnya, salah satu lagu dari album ke empat mereka, Scentless Apprentice dan Radio Friendly Unit Shiftfer, dimainkan dengan sangat emosional dan menafikan aturan. ”Kami bermain segampang mungkin. Kami tidak berbicara aturan” kata Dave Grohl, Drummer Nirvana. Album itu justru menduduki peringkat satu di Amerika hanya satu minggu setelah dirilis. Rotor, Band asal Jakarta, menjadi panutan banyak band dan sangat disegani dikalangan komunitas underground Asia. Rotor memainkan lagunya tanpa kompromi dengan pasar sama sekali. Begitulah kira-kira jika idealisme diterjemahkan dalam ungkapan tulus.
Musik yang lahir dari kedalaman ceruk imajinasi, yang diungkapkan dengan tulus akan diimani oleh ”para jema’atnya” dengan pengakuan mendalam dan keyakinan mengakar. Musik yang direkayasa dengan ”keindahan” artifisial, namun sebenarnya dangkal, merupakan satu pengingkaran terhadap hakikat seni yang suci.

Dunia musik kita kini mengalami gejala involusi akut. Dunia musik kita berubah drastis secara paradigmatik. Ini semua tidak lepas dari campur tangan industri yang eksploitaitf dan kapilatastik. Semuanya ingin disajikan serba instan untuk meraup keuntungan besar. Pada ahirnya, musik akan tercerabut dari akarnya sama sekali.
Belakangan ini, hampir tiap malam satsiun-stasiun televisi menyuguhkan kepada kita ritual jerit histeria penonton dalam satu seremoni pertunjukan yang sarat jenuh dan membosankan. Semua tenggelam dalam gemuruh dan sorak sorai menggema namun sepi secara ”azali”.

Nirvana - In Utero


Band :
Nirvana (King of Grunge)
Album :In Utero
Genre: Grunge
Major Label: DGC, David Geffen Company
Tahun: 1993

Jika Anda mencari referensi yang paling “dapat dipertanggungjawabkan” tentang musik bergenre grunge, Nirvana In Utero jawabannya. In Utero… album ini dahsyat, luar biasa! In Utero merupakan album Nirvana yang keempat. Seluruh lagu di album ini disuguhkan dalam kualitas sound “mentah”, minim efek, unpolish. In Utero, mungkin lebih cocok disebut luapan emosi memuncak seorang Kurt, daripada sebuah “musik”. Tidak ada kompromi sama sekali di album ini, semuanya ditumpahkan apa adanya. Silakan simak Scentless Apprentice. Lagu ini bahkan memasukkan fade back sound gitar dengan dominan.
In Utero adalah sebentuk perlawanan ultimat seorang Kurt terhadap hal-hal sekitar dalam kehidupannya. In Utero, Ia bahkan sebentuk “kesederhanaan”. Apa adanya.
Namun satu hal yang menjadikan lagu-lagu Nirvana tetap unik, Kurt selalu menyelipkan nada-nada melodius dan manis. Keduanya dipertemukan secara antagonistik dengan jerit suaranya yang memekik, merobek pakem konvensional, dan sesekali mendayu-dayu. Nirvana In Utero: Grunge yang menggerung.

Sabtu, 14 Maret 2009

Aku merasakan, maka aku ada


Ruang dan waktu selalu memberi kesempatan baik kepada kita untuk merefleksikannya. Ketika kita berkunjung ke rumah sakit, disitulah nikmat sehat dapat kita rasakan utuh. Ketika melewati kuburan atau menghadiri ritual kematian, disitu pula kita merasakan nikmat hidup tak ternilai. Ada banyak peristiwa hidup yang menyimpan mutiara hikmah, benih kebaikan terpendam, pelajaran moral dan kekayaan lainnya. Mari kita rasakan utuh semua detak hidup.

Minggu, 08 Maret 2009

Meretas empati, menajamkan hati

•Rasakan nikmat “kehidupan” setiap kita bangun tidur
•Rasakan dengan mendalam tarikan nafas kita dan tiap hembusannya. Pejamkan mata sejenak, hadirkan kematian dalam ruang imaji. Tarik kembali nafas mendalam, rasakan “hidup” ini utuh.
•Kita semua yang terbiasa menikmati hidangan ringan dan secangkir kopi atau teh hangat di pagi hari, sisakan sediktit untuk semut-semut
•Hal yang sebaiknya kita lakukan sebelum menyantap hidangan nasi: 1) berdoa sebelum makan 2) mendoakan orang yang telah menyebabkan makanan itu menjadi ada 3) mendoakan fakir miskin dan gembel jalanan agar ada sesuatu yang dapat dimakan juga 4) Rasakan tiap kunyahan mulut dan nikmat di tenggorokan 5) (jika mungkin) mencuci piring dan perabot yang kita pakai
•Setiap selesai beraktifitas pagi, siang, sore, atau malam, sisakan ruang untuk mengingat kembali semua aktifitas kita, ucapkan syukur untuk semua aktifitas yang sudah kita lakukan dan waktu-waktu yang sudah berlalu
•Ketika masuk ke kamar mandi “tradisional”, kita seringkali melihat laba-laba kecil, semut, atau hewan kecil lainnya, jatuh ke bak air. Ambil pelan, selamatkan mereka
•Adakalanya kita merasa keberatan untuk menyisihkan uang kepada para pengemis yang berserak di kota-kota besar. Untuk menghilangkan rasa itu, kita bisa membayangkan sejenak, pengemis itu adalah diri kita sendiri.
•Selesai mandi tubuh kita menjadi segar, fikiran “ringan”. Bayangkan suatu keadaan ketika kita tidak mendapatkan air samasekali, meskipun untuk sekedar diminum saja. Bergegaslah ke kamar mandi, pandangi air dalam bak mandi itu lagi.

Selasa, 10 Februari 2009

CERTIFIED COPY OF DEATH CERTIFICATE



Kematian mengantarkannya pada kehidupan yang hakikat.
Dalam kematiannya ia menemukan hidup.
Terima kasih kepada Z.V.H. 212 http://partelon.blogspot.com/

Sabtu, 07 Februari 2009

Nirvana - Nevermind

Come As We Are, The Story of Nirvana

Band: Nirvana
Album: Smells Like Teen Spirit
Major Label: DGC David Geffen Company, Geffen Record
Formasi Nirvana Nevermind:
Kurt Cobain : Vocal, Guitar
Dave Grohl : Drum, Vocal
Krist Novoselic : Bass


Single Smells Like Teen Spirit menjadi kunci pembuka babak baru. Satu lagi, genre baru dalam kancah musik dunia siap bertarung. Grunge!

Grunge adalah “perkawinan” Heavy Metal dan Punk era 80-an, minus asesoris.

Nirvana, Band Rock kelahiran Seattle, menjadi bukti kekuatan genre grunge yang tidak bisa disepelekan! Kedahsyatan album Nevermind mampu menjungkirbalikkan peta musik Internsional. Seattle, kota dimana Nirvana membenih dan tumbuh, kemudian menjadi incaran industri-industri rekaman raksasa. Beberapa pengamat musik mengatakan, Nirvana Nevermind merupakan masterpiece dari seorang mastermind, seorang narsis utuh, Kurt Cobain.

Nirvana Nevermind menyabet penghargaan emas pada tanggal 29 Oktober 1991, hanya satu bulan setelah dirilis. Target penjualan album semula sekitar 200 keping. Kalkulasi ini mengandaikan penghargaan emas dalam waktu satu tahun. Pada tanggal 11 januari 1992 Nirvana melompat cepat ke tangga nomor satu di Billboard, mengungguli U2, GNR, Garth Book dan menerjang keras kursi Dangerous Michael Jackson. Sejarah lalu mencatat, Nirvana menjadi satu-satunya Band Rock (baca:Grunge) yang membuat Jacko—panggilan si “King of Pop” itu”—mempertanyakan lagi predikat “King”nya. Seperti sebaran radioactive tragedi nuklir di Russia, album Nevermind menyebar cepat, melesat ke peringkat satu di beberapa negara: Belgia, Perancis, israel, Spanyol, Swedia, dan Kanada, serta masuk tiga besar di hampir semua pasar dunia.

Dari kacamata industri yang kapitalistik, Nirvana Nevermind menjadi bukti bahwa rock juga punya nilai jual yang sama,—band-band pengusung genre metal “boleh berbangga” dengan prestasi ini—Sementara komentar dari beberapa musisi Grunge Seattle, Nevermind tidak lain dari satu episode lahirnya ideologi baru: Grunge, pendobrak kemapanan (musik), unspoken role (silakan simak Nirvana_IN UTERO_Radio Friendly Unit Shiftfer, Milk It ), melawan mainstream. Namun ia juga bisa berarti muntahan “luka mendalam, membusuk” dari seeorang (Kurt?) yang dibalut dengan nada kasar dan indah secara imajinatif dalam kematangan dan kualitas bermusik tinggi.

Nevermind dibuka dengan lagu Smells Like Teen Spirit yang menghentak-hentak. Intro lagu dimulai dengan gesekan plectrum Kurt di atas papan Fender JagStang (Jaguar Mustang—Series) dengan sangat renyah, disusul raungan guitar berdistorsi. Pada lagu Smells Like Teen Spirit suara kurt beranjak landai, kemudian menghentak eksplosif seketika dibagian rif. Smells Like Teen Spirit mencapai klimaks di ahir lagu—tidak setelah interlude guitar atau di tengah lagu seperti genre kebanyakan.

Nirvana (Kurt?) juga selalu memadukan dua warna berbeda dalam tiap lagu-lagunya. Di album Nirvana Nevermind, Smells Like Teen Spirit yang menghentak dipadu dengan Something In The Way yang mendayu-dayu. Sangat gelap. Lagu yang “sangat sederhana itu”—hanya dibalut dengan 2 kunci, Em, C—menyayat dalam, cerita gelap seorang Kurt di dasar empati mendalam, narsisme utuh, ngilu, manis, menyedihkan…

Something In The Way menjadi semacam antitesis Smells Like Teen Spirit dalam satu kemasan album utuh. Something In The Way dan Smells Like Teen Spirit berada pada situasi vis a vis 180 derajat. Something In The Way tamsil gelap di dasar lautan, yang di atasnya ombak bergulung, awan bergemuruh, tak ada cahaya sedikitpun! Kegelapan abadi. Something In The Way, atau lebih tepatnya, lagu Kurt, suara Kurt itu, lagu Nirvana paling “sederhana” dengan level refleksi terumit.
Smells Like Teen Spirit sebentuk energi meraung-raung, atau muntahan “asap grunge” dari corong-corong imajinasi liar, orisinal, menghentak-hentak. Kedua single itu dipertemukan dalam satu cita rasa: Gelap!

Di album IN UTERO, lagu Scentless Apprentice atau Milk It bisa dipsosisiskan berhadap-hadapan dengan Dumb. Dumb bercerita tetang sosok Kurt yang sedang menghibur dirinya, mendayu-dayu, dibalut dengan irama gelap namun terasa manis. Sedangkan Scentless Apprentice dan Milk It menjadi bukti “pembangkangan”, sikap anti kompromistik Nirvana terhadap pasar.

Bahkan dalam satu riwayat diceritakan, Kurt pernah bersikeras untuk memuntahkan semua talenta imajinatifnya dalam sebuah lagu, tanpa diedit, tanpa diintervensi produser—sesuatu yang langka terjadi di industri musik tanah air. Ancamannya, Band akan bubar! Ahirnya, keinginannya dituruti.

Bagi Kurt, musik merupakan pancaran nilai-nilai estetik dari kedalaman sumur imajinatif, apa adanya, tanpa kompromi. Namun di sisi lain ia juga merupakan refleksi dari situasi dan hal-hal paling luar dalam fragmen hidup seseorang.

Lagu-lagu Nirvana secara umum merupakan hibriditas sound ingar bingar, kualitas vokal (Kurt) unpolish, sound mentah, dipadu dengan rhythm manis dan melodi mellow. Fantastic ideas!


Diskografi Nirvana

Album:
1.Bleach, Juni 1989
2.Nevermind, Oktober 1991
3.Incesticide, Desember 1992
4.In Utero, September 1993
5.MTV Unplugged In New York, 1994
Dalam sejarah MTV Unplugged, Walls of Sound mencatat lima penampilan terbaik:
1.Paul McCartney, Unplugged: The Official Bootleg (Capitol, 1991)
2.Nirvana, MTV Unplugged In New York (Geffen, 1994)
3.Bob Dylan, MTV Unplugged (Colombia, 1995)
5.Mariah Carey, MTV Unplugged EP (Colombia, 1992)
6.Tony Bennet, MTV Unplugged (Colombia, 1994)

Jumat, 06 Februari 2009

Gatholoco (Sexual Desease)

Lyric : Ali Akbar
Album : Behind The 8th Ball

Aku cukup weruh
Ugo cukup iso
Nalarake keweruhan
Kabeh-kabeh bobrok

Gatholoco ora ndelok tonggo
Ora eling konco
Nggitik tanpo ndelok kahanan
Tanpo ndelok kwarasan

Bumiku kuciwo
Akeh wong sing bubrah
Mergo cithek nalare
Wani-wani nindes

Gatholoco sababing korupsi
Wit liciking ati
Numpuk bondo, numpuk kwoso
Nggo gatholoco

Tego numpes…
Tego mbejo…
Wani nyolong…
Tego opo wae…!

Cithek banget nalare
Ciut banget pikire
Atos banget atine
Kabeh kebangeten
Semoto-moto…gatholoco

PLUITPHOBIA

Lyric : Irvan Rotor Sembiring
Album : Behind The 8th Ball

Priiiiiiiit…
Spoken:
“Selamat siang, Dik”
“Siang, Pak”
“Bisa lihat surat-suratnya?”
“Wah… nggak bawa, Pak”
“Anda kami tilang!”

Pada tahun 1993
Polisi serasa Izrael
Saat berlaku UU-LLAJR
Siapkan ratusan ribu

Langgar peraturan
Alpa surat-surat
Hanya dua pilihan
Jutaan atau penjara

Mungkin buat si kaya tak t’rasa
Mungkin rakyat makin disiplin
Tapi si miskin makin melarat
Atau aparat makin korupsi

Mereka kecewa…
Mereka protes…
Terhadap undang-undang…
Kurang pertimbangan…

Apa yang akan terjadi?
Trauma sepanjang jalan
Akan timbul penyakit baru
Bagi rakyat Indonesia…Pluitphobia

Kamis, 05 Februari 2009

ROTOR - Behind The 8th Ball



Band:
ROTOR
Album:
Behind The 8th Ball
Major Label:
PT.Airo Swadaya Stupa
(Review)

Tidak ada yang perlu disangsikan dari album ini. Behind The 8th Ball merupakan album magnum opus ROTOR. Lagu Gatholoco (Sex Desease), misalnya, menjadi bukti kualitas vocal I.R.S yang gahar sekaligus natural. Sangat istimewa! Jo-Die, eks vokalis Getah, sosok yang cukup disegani di komunitas musik bawah tanah Jakarta, turut mengisi vocal pada lagu The Last Moment dan Spontanuous Live.Nilai lebih dari album ini terdapat pada semua lagu yang dimainkan dengan tempo super cepat dan progresi chord kaya variasi, serta gebukan drum Bakkar Bufthaim yang menghentak-hentak, melabrak pakem konvensional dalam akurasi tempo dan ritme yang terjaga rapi. Progresi chord strange sekaligus super unik juga disuguhkan oleh meraka dalam lagu andalannya, Behind The 8th Ball. (jalanhakikat, RFC 1997)

ROTOR - Eleven Keys

Band : ROTOR
Album : Eleven Keys
Tahun :1995
Major Label : Hemagita Record
(Review)

Album ini dirilis pada tahun 1995. Eleven Keys merupakan album ROTOR ke dua setelah Behind The 8th Ball. Di album ini ROTOR memasukkan beberapa lagu dari album pertama mereka: B.E.O.P (Beyond The Eyes Of Pain), A Dismal Picture Of Mankind, dan Curse Of Leak. Seperti album sebelumnya, di album ini mereka juga bermain dengan tempo cepat dan progresi chord lugas, dipadu dengan sound gitar gahar meraung. Menyimak lagu-lagu dari album ini, Anda akan segera menemukan cita rasa baru di dalamnya. Lagu yang diambil dari album pertama mereka lebih memiliki karakter sound kasar. Sementara lagu-lagu baru mereka, seperti No War Always Peace dan Eleven Keys bernuansa “sweet metal”, renyah, dan unik: perpaduan antara cita rasa metal kental dan irama manis. ROTOR Elveven Keys, metal tidak mainstream.

Kamis, 15 Januari 2009

ROTOR - MENANG



Rotor Not Die
jalanhakikat: Mainstream, Vocal, Guitar
http://rapidshare.com/files/183755648/jalanhakikat_-_Rotor_Not_die_.mp3.html

Selasa, 13 Januari 2009

Nuclear Is The Solution?



Nuclear Is The Solution?
jalanhakikat: Mainstream, Vocal, Guitar, Bass, Drum Programming
http://rapidshare.com/files/183032062/jalanhakikat_-_Nuclear_Is_The_Solution.mp3.html

1.Dalam konteks Indonesia, PLTN akan didatangkan dari Korea. Kontrak proyek ini sudah dilakukan pada pertengahan September 2001
2. Bahan inti PLTN uranium/radioactive chemical element. Di dunia hanya ada 8 negara yang mampu melakukan pemerkayaan uranium—sudah pasti Indonesia tidak termasuk di dalamnya. jika ini terjadi, maka akan semakin meneguhkan Indonesia sebagai negara konsumen dan melahirkan ketergantungan ringkih terhadap energi uranium dari negara-negara maju.
3. Umur PLTN sangat pendek, 25-35 tahun. Setelah itu instalasi PLTN harus didecommissioning.
4. Untuk biaya decommissioning (penonaktifan) PLTN, dibutuhkan dana separuh dari biaya instalasinya
5. PLTN mensyaratkan kecakapan tinggi—jika PLTN dibangun di Indonesia, kemungkinan besar para operator akan didatangkan dari luar juga. Ini artinya, PLTN tidak membuka peluang kerja
6. PLTN mengandaikan kerja disiplin tinggi! Vis a vis dengan budaya bangsa
7. Tragedi Chernobyl di Russia memuntahkan milyaran curie (satuan radioaktif) yang terbang mencapai 8000 kilometer terbang bersama angin mencemari wilayah Ukraina, Belarusia dan Rusia. Kemudian radiasi menyebar jauh ke wilayah Perancis, Skandinavia, dan Inggris Raya. Peristiwa itu menelan korban ratusan ribu jiwa dan memaksa sepertiga juta jiwa meninggalkan rumahnya serta ribuan orang mengidap epidemi kanker tiroid (gondok). Radiasi tidak hanya mengancam kehidupan manusia namun juga hewan dan alam. Hasil epidemiology yang dilakukan oleh para aktifis lingkungan di Eropa menunjukkan bahwa selama 15 tahun ada sekitar 200 ribu orang meninggal di negara paling terkontaminasi. Partikel ledakannya mengandung unsur radioaktif 400 kali lebih besar daripada ledakan bom atom di Hirosima.
8. Dr Nikolai Omelyanets, ahli demografi Ukraina dari Research Centre for Radiation medicine menemukan fakta yang sangat mengkhawatirkan, yakni semakin tingginya kematian bayi akibat penyakit yang dipicu oleh radiasi di wilayah-wilayah yang terkontaminasi. Rehabilitasi untuk kecelakaan itu menelan biaya 10 mliyar USD atau kurang lebih 17 trilyun rupiah per tahun
9. Unsur yang terkandung di dalam radioaktif meliputi; Plutonium, salah satu unsur yang dapat menyebabkan kanker. Stronsium, dapat menyebabkan leukimia. Cobalt, dapat menyebabkan kanker hati dan Cessium, menyebabkan kemandulan dan gangguan hormonal. Celakanya, sifat radioaktif ini bisa meningkat 2000 kali lipat dalam plankton. Berbagai peristiwa ledakan dan kecelakaan reaktor nuklir di dunia sebenarnya bukan cerita baru.
10. Selama tahun 1990 hingga 1994 tercatat 92 kecelakaan PLTN di dunia. Diantaranya, 46 terjadi di Rusia, 10 di Perancis, 4 di Jepang, 6 di USA, 4 di Ukraina, 4 di Bulgaria dan 3 di Kanada. Penyebab kecelakaan mulai dari kebocoran radioaktif, kerusakan pada sistim pendingin, akibat uap panas bersuhu tinggi, ledakan, kebakaran, kerusakan pada sistim pengendali dan sistim pengisi bahan bakar. Saat ini, negara-negara pemakai tehnologi PLTN, seperti Amerika dan Eropa, beramai-ramai akan menutup instalasi PLTN mereka untuk selamanya. Pilihannya, disimpan menjadi rongsokan besi tua atau dijual ke negara-negara ketiga yang masyarakatnya mau “dibodohi” tentang PLTN, seperti Indonesia ini
11. Pada tahun 2006 salah satu instalasi PLTN di Jepang meledak, menewaskan 3 orang operator andalnya seketika itu di dalam instalasi PLTN
12. PLTN merupakan megaproyek dengan angka besar (peluang korup juga besar!; Indonesia negara terkorup ke empat di dunia, sementara utang kita pada tahun 2006 saja sudah mencapai 1400 trilyun rupiah)
13. PLTN energi pertambangan. Asas kerjanya merusak alam. Studi kasus: PT.Freeport di Irian Jaya (tambang emas terbesar di dunia)

Tanpa PLTN, rumah, tv, komputer, dan peralatan elektronik di rumah kita masih tetap bisa menyala. Dari beberapa data yang saya himpun, Indonesia memiliki sumber energi berkelanjutan (renewable) melimpah ruah, diantaranya :
1. Energi ombak
2. Energi panas bumi
3. Energi angin
4. Energi uap
5. Energi laut
6. Energi matahari

Alam telah menyediakan sumber-sumber energi untuk kita yang aman dan berkelanjutan. Kenapa Indonesia justru akan membeli PLTN yang—selain sangat mahal, berisiko tinggi, tidak membuka lapangan kerja, menyebabkan ketergantungan dalam hal banyak, juga—akan mengantarkan kita pada kepunahan sebagai individu maupun bangsa?

Menolak PLTN merupakan puncak keimanan ekologis paling purna.

F#ck Anarchism

"Mengutuk segala tindak anarki atas nama Tuhan dan Agama"

jalanhakikat: Mainstream, Vocal, Guitar,
M.K.U: Drum Programming
http://rapidshare.com/files/183022634/jalanhakikat_M.K.U_-_Fuck_Anarchism.mp3.html

How long is this trip…

How long is this trip, Window?
Don’t look at me
And your paddyfields eye drowning on the wet green
Is it craying or...are you raining?

Words by M.S.Prog at 14 Desember 2008
jalanhakikat: Mainstream, Vocal, Lead Guitar, Rhythm Guitar, Bass, Percussion
Recorded at Environmental Studio 2008
http://rapidshare.com/files/183018892/jalanhakikat_-_How_Long_Is_This_Trip.mp3.html

”Seperti ia bertutur, saya berusaha membalutnya dengan nada-nada buram, lembut, dan gelap. Teks ini, implicitly, bercerita tentang perjalanan seorang anak yang pergi jauh meninggalkan kampung halaman tercinta...
Di atas Bus, penumpang membisu. Tak ada pembicaraan atau dialog. Di tengah perjalanan, tatapan matanya terperosok pada padi-padi membentang, bercengkerama riang.
Sesaat kemudian angin menyelinap cepat ke dalam jendela, mengusap air matanya yang meneteskan butir rindu dan cinta tak usai...
“How long is this trip, Window?”: smooth-dark-deeply.

Minggu, 11 Januari 2009

Akulah lautan hati, tempat bermuara semesta cintamu

ilustrasi: jalanhakikat. genre: ekspresionism

Rabu, 07 Januari 2009

Smoke Grunge

ilustrasi: jalanhakikat. genre: ekspresionism

Selasa, 06 Januari 2009

Muhammad my hero



Smells Like Muhammad Spirit
jalanhakikat: Mainstream, Voice, All Guitar
Recorded at Environmental Studio 2008
http://rapidshare.com/files/183039998/jalanhakikat_-_Smells_Like_Muhammad_Spirit.mp3.html
ilustrasi: jalanhakikat. genre: ekspresionism

Mengimani Keberagaman

Islam adalah agama perdamaian dan kasih sayang. Visi dan misi Islam yakni mewujudkan kehidupan yang dilandaskan pada tatanan sosial yang damai dengan memberikan penghargaan setinggi-tingginya terhadap nilai kemanusiaan luhur. Muslim sejati adalah insan yang mampu menerjemahkan semangat keislaman menjadi tindak laku hidup sehari-hari. Tolok ukur ”kesempurnaan” muslim sejati senantiasa dilandaskan pada seberapa baik kualitas relasi seseorang dengan Tuhan dan lingkungannya. Islam sekaligus juga sebuah sistem kepercayaan yang menjunjung tinggi sikap toleransi, mengandaikan penerimaan secara mutlak (iman) akan perbedaan sebagai rahmat Tuhan. Oleh karenanya, semakin purna keberimanan seseorang terhadap realitas plural, semakin bijak ia menempatkan diri dalam relasi antarhamba; manusia dan alam. Manusia diutus ke bumi untuk mengaktualisasikan peran dirinya sebagai khalifah demi sebuah tugas mulia untuk melestarikan alam, merajut persaudaraan atas dasar kesamaan kodrati sebagai mahluk Tuhan.
Indonesia merupakan kenyataan multi dimensional. Kemajemukan suku, bahasa, nilai, budaya, dan kepercayaan, merupakan bukti keberagaman yang tak terbantahkan, ”Wahai manusia, sesungguhnya Kami ciptakan kamu dari seorang laki laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal. (Q.S.: 49,13)”. Realitas keberagaman tiada henti menuntun kesadaran kita untuk menghayati dan mengimani perbedaan sebagai sunnatullah.
Di satu sisi, segala maksud dan upaya-upaya pencapaian tujuan yang dilakukan seseorang atau kelompok dengan cara-cara tindak anarkis, dengan sendirinya bertentangan dengan semangat ajaran Islam dan prinsip nilai-nilai kemanusiaan universal.Mengharapkan kemaslahatan dengan pilihan sikap-sikap anarkis justru merusak niat itu sendiri. Maka setiap upaya yang dilakukan oleh umat islam sejatinya harus senantiasa dilandaskan kepada semangat etika luhur dan prinsip-prinsip moral mendalam.
Cara pandang sesuatu di luar dirinya sebagai Yang Lain” hanya akan menjebak seseorang kepada perilaku diskriminatif yang berujung pada tindak anarkis, penafian, pengafiran, dan pemurtadan seseorang atau satu kelompok atas kelompok lain. Hal ini hanya akan terjadi bilamana seseorang atau kelompok masyarakat gagal dalam mengimani realitas plural sebagai keniscayaan Tuhan.
Manusia diciptakan dalam kondisi serba berbeda bahkan dalam tiap dimensi hidupnya. Kemajemukan dalam hidup adalah kenyataan yang niscaya. Namun realitas yang berbeda-beda tidak bisa dijadikan alasan dan pembenaran sikap untuk bersikap anarkis dan menafikan ”Yang Lain”.
Justru dengan perbedaan tersebut manusia dituntut untuk saling mengenal dan melanjutkannya dalam wujud kerjasama yang sinergis. Karena pada hakikatnya, hikayat hidup ahirnya akan bermuara pada satu tujuan, sebagaiman dijelaskan dalam muqaddimah Al-Qur’an: “Hanya kepada engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan (Q.S: 1:5)”.
Kemana perginya hati
Pucat
Hening
Memecah dimensi diri
Tak kembali

Akulah gelombang lautMu abadi
Menghempas jantung malam
Retak
Mencari-cari dimensi
Di celah-celah kabut tak berasap

Kemana perginya hati
Pucat
Hening
Memecah dimensi diri
Tak kembali

Waktu menyayatku tanpa ampun
Senja terkulai dicabik-cabik malam
Tergeletak di garis tanya
Absurditas diri ataukah kealpaan?

Kemana perginya hati
Pucat
Hening
Memecah dimensi diri
Tak kembali

Di laut hayal impian-impian mengapung
Mimpi-mimpi membatu
Pecah
Kerikil-kerikil tajam
Menusuk empati

A Tribute To I.R.S & J.P (R.I.P)

ROTOR - New Blood

ilustrasi: jalanhakikat. genre: ekspresionism

Sound from the darkness



Sound From the Darkness
jalanhakiakat: Mainstream, Dark Voices, Guitar
http://rapidshare.com/files/183713247/jalanhakikat_-_Sound_from_the_Darkness.mp3.html
ilustrasi: jalanhakikat. genre: realis-ekspresionism

Merdeka!

Seorang teman berteriak lantang: ”Merdeka..!”
Teman yang lain memotong cepat: ”Tidak, kita belum merdeka! Kalaupun kita merdeka, kemerdekaan itu bukan milik kita. Kemerdekaan itu milik siapa?!” tanyanya.
Dia lalu membacakan list panjang cerita buram tentang raut negeri ini yang makin porak poranda.

”Laut tercemar
Terumbu karang musnah
Hutan botak
Flora dan fauna lenyap tak membekas
Hutan dikonversi menjadi lahan komoditi: industri, perkantoran, vila, situs wisata
Pemanasan global
Daerah purna tambang dibiarkan menganga
Jakarta kota banjir
Korupsi
Suap
Mafia peradilan
Adi pura(-pura)
Politisi busuk
Polisi memihak
Jam karet
Aktifis diciduk
Busung lapar
Gizi buruk
Pengangguran
Perampokan
Pembunuhan
Pemerkosaan
Diskriminasi warga keturunan
Kekerasan terhadap kaum perempuan
Perdagangan bayi
Perburuan satwa liar
Sumber air mengering
Harga sembako meroket
Petani menjerit
Tsunami
Kelaparan
Sidoarjo banjir lumpur
Rakyat menjerit
Pertanian mati
Rekayasa genetika
Negara digadaikan
Publik dieksploitasi sebagai pasar
Mitos kecantikan
Feodalisme primitif
Indonesia dan korupsi; dua sisi tak terpisah
Indonesia negara pengutang
Pendidikan mahal
Rumah sakit mahal
Suksesi lembaga pemerintahan sarat suap
Kapitalisasi pendidikan
Gelar diperjualbelikan”

”Merdeka...??!” tanyanya lagi.

Suara-Suara Tak Terdengar

Minggu lalu, lima orang petani menumpahkan keluh kesahnya kepada saya tentang pupuk yang kian hari kian langka dan harganya yang terus mendaki tak tergapai. Keluh kesahnya tumpah tak tertampung. “Mungkin belum sampai giliran, Bapak tunggu saja. Nanti tiba juga gilirannya...” hibur saya.
Katanya, selama ini banyak terjadi salah urus terutama di bagian distribusi. Fakta di lapangan, pupuk jatuh ke agen, sebagian kemudian”diamankan”, lalu dijual lagi beberapa waktu kemudian—tentunya dengan harga berlipat.
Harga pupuk versi pemerintah Rp.60.000 per ½ kuintal. Menurut penuturan seorang tokoh dari Rubaru, biasanya agen masih minta “uang pelumas” sebesar Rp.2000-3000 untuk tiap pembelian pupuk. Padahal, harga jual pupuk Rp.60.000 itu sudah mendulang untung yang tidak kecil. Di lapangan, harga pupuk bisa mencapai angka Rp.95.000 sampai 140.000 (untuk pupuk yang tidak melalui agen—lewat calo).
Salah seorang petani dari Pasongsongan memesan 17 ton pupuk. Pemesanan dilakukan bulan desember. Pupuk baru akan diterima bulan April 2009, sementara tanam jagung sudah sebulan berlalu. Ini artinya, pertanaian jagung praktis tak terjamah pupuk sama sekali. Salah satu ayah teman saya di Payudan, memesan pupuk senilai 2juta. Hingga saat ini, pupuk tidak kunjung datang, uangpun lenyap.
Di satu sisi, ketergantungan masyarakat secara psikologis terhadap pupuk berbahan kimia makin mengakar. Pupuk kandang yang jauh lebih aman mulai ditinggalkan. ...dampak ultimat dari revolusi hijau masa Orde Baru.
Menurut salah satu sumber, sebagian besar lahan pertanian di Sumenep nyaris terkontaminasi pupuk kimia. Cara kerja pupuk kimia bersifat eksploitatif; menghisap unsur hara tanah. Tanah dipaksa berproduksi melampaui kemampuannya. Akibatnya, unsur hara tanah hilang, tanah kemudian mengalami ketergantungan akut terhadap pupuk kimiawi. Pupuk kandang tidak mampu menggantikan fungsi pupuk kimia. Konon, daya rusak pupuk kimia bisa sampai 20tahun.
Manusia dan alam merupakan kesatuan organis. Manusia Organis zaman modern banyak mengonsumsi bahan anorgnis; minuman dan makanan yang banyak mengandung pengawet (mayat), pewarna tekstil, bahan las, dan penguat rasa (MSG). Sementara Tanah Organis banyak terkontaminasi oleh pupuk kimia. Tanah kemudian menjadi mandul.
Di daerah utara Pasongsongan dan Rubaru, dua kecamatan di daerah Sumenep —dan mungkin di daerah lainnya juga—, banyak tanaman jagung petani kita menjulang kurus, tubuhnya meliuk-liuk didorong angin, warnanya pucat kekuning-kuningan, akarnya lemah, dan tanpa buah (songkel).
Di bawah terik panas matahari membakar, petani-petani menatap tanamannya dengan tatapan redup. Masih adakah harapan...

Senin, 01 Desember 2008

Arise of 1980 ( Part I)

Jumat, 28 November 2008

Krisis Iman Ekologis

Jumat 21 November 2008, Guluk-guluk dan sekitarnya diguyur hujan 4 jam. Sekitar jam 13.47 WIB saya dan teman-teman pergi ke Bluto. Dari timur kantor MWC NU Guluk-guluk sampai Sera Timur, sepanjang jalan hampir dipenuhi genangan air, tanah, dan kerikil. Saya jadi ingat masa kanak-kanak. Dulu, meski hujan turun dengan sangat derasnya, air hanya mampu menenggelamkan selokan-selokan kecil. Kecuali jika hujan turun sepanjang hari, air baru meluap. Itupun tidak bertahan lama—setidaknya diselokan sebelah timur rumah saya.
Sepanjang perjalanan ke Bluto, di sisi kanan jalan, saya lihat segerombolan air dari arah selatan datang menerjang tanaman jagung para petani—sisi kanan jalan dari rumah saya ke arah timur menuju Bataal, Rombiya, Bilapora, Moncek, Sera, hingga Bluto, memang relatif lebih tinggi. Akhirnya, banyak tanaman jangung terkapar. Di jantung jalan, air bertahan lama. Aspal pun mengelupas. Di sisi kiri jalan, air kembali menggenangi tanaman jagung dan ladang-ladang petani.
Mungkin karena pepohonan sudah banyak ditebang, sehingga ketika musim penghujan air tidak mudah menyerap ke pori-pori tanah. Mungkin juga karena orang-orang terbiasa membuang sampah sembarangan, sehingga saluran-saluran air tersumbat sekaligus mengganggu unsur hara tanah. Atau juga karena mutu aspal yang dikerjakan CV tidak sesuai dengan anggaran yang semestinya, sehingga aspal gampang mengelupas seperti kulit ari. Konon, orang luar mengenal kita dengan julukan Bung Antroposentristis. Mungkin saja jika Arne Naess menyaksikan musibah banjir ini, Filsuf kelahiran Norwegia itu akan menyumpah-serapahi kita dengan vonis kufur ekologis! Tapi masa bodo dengan semua itu...
Malam harinya di sebuah warung kopi, orang-orang berdiskusi tentang banjir bandang yang terjadi di siang hari. Sampai pada ahirnya lalu lintas perdebatan malam itu melesat mencapai titik tercepat, tiba-tiba ada yang menyebrang, ”kasokana guste Allah... jhaman la akher” (sudah kehendak Tuhan. Zaman sudah ahir...) Debat pun terperangkap di lorong kuldesak! Terhenti.
Begitu juga Trio Bomber Bali, mereka ahirnya diekskusi. Katanya, mereka melakukan itu demi membela Tuhan dan Agama. Memang, sudah sejak dulu Tuhan selalu dijadikan kambing hitam oleh manusia. Untung saja Dia Maha Penyabar.

Selasa, 30 September 2008

Nirvana is nirvana

Al-Quran Yang Membebaskan

Kehidupan kita, disadari atau tidak, telah banyak disesaki oleh perilaku yang menampilkan sikap superioritas picik—selalu merasa lebih baik dari orang lain. Juga kesadaran kita selama ini, tanpa disadari telah banyak dirasuki oleh feodalisme primitif: semacam syndrome akut, implikasi dari sikap superioritas tadi.
Dua ”penyakit” ini tumbuh subur dan berkembang dalam kehidupan manusia dan sering kali diyakini sebagai sesuatu yang ”wajar”, terutama sekali dalam kehidupan kita yang feodalistik, sehingga diterima sebagai kebenaran yang tidak perlu dipersoalkan.
Allah berfirman dalam Al-Quran: “Wahai manusia, sesungguhnya Kami ciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal (Q.S.: 49,13).”
Ayat di atas adalah pencitraan Tuhan tentang konsep keber-ada-an manusia secara ontologis. Ayat tersebut bertutur tentang sejarah ”filosofi” penciptaan manusia dan bagaimana seharusnya ia merajut benang persaudaraan antarsesama. Tentu, surat Al-Hujurat ayat 13 juga sebagai antitesa atas relasi timpang kehidupan masyarakat Mekah pada zaman sebelum kedatangan Islam. Mekkah pada masa itu sangat feodalistik (menganggap diri lebih unggul dari orang lain atas dasar kultur dan relasi antropososial), diskriminatif (membeda-bedakan orang atas dasar keturunan, klan, kabilah, warna kulit, ras, suku dan bangsa), anti egalitarianistik (tidak menerima kesederajatan manusia di hadapan Tuhan) dan kapitalistik (Kapitalisme dengan sederhana bisa dirumuskan dengan M+C=M^ –Modal+Capital = Modal aksen. Kapitalisme adalah faham akumulasi modal sebanyak-banyaknya yang berorientasi pada nilai kepemilikan individu sebagai hak pribadi ”sah” dengan cara eksploitasi –atau cara apapun!)
Al-Qur’an Surat Al-Hujurat ayat 13 memandang semua manusia sama, bahkan dari dimensi utuh kemanusiaannya. Yang membedakannya hanyalah satu; ketakwaannya kepada Allah. Maka implikasi dari ayat tersebut, setiap perbudakan, paradigma dan sikap inferioristik terhadap the other, eksploitasi manusia atas manusia, samasekali tidak mendapatkan pembenarannya secara etis-normatif. Penjajahan manusia atas manusia—ingat! penjajahan selalu mengandaikan superioritas seseorang atas orang lain—yang mencari-cari premis pembenaran lewat dalih titisan para dewa, darah biru, keturunan raja, yang pada ahirnya hanya akan memunculkan penyakit baru: superioritas semu, post power syndrome.
Kita melihat Q.S.: 49,13 ”terlalu revolusioner” untuk konteks masyarakat arab pra islam pada zaman itu, sehingga bisa difahami bagaimana resistensi kaum kafir terhadap nabi dan para pengikut setia beliau.
Konsep stratifikasi yang berperspektif antroposentrik—terutama sekali dalam tradisi dan kultur feodal: kehidupan bangsawan, ningrat, birokrat, dan pesantren (tidak semuanya)— sama sekali tidak relevan dengan semangat egaliatianisme dalam ajaran-ajaran Islam. Konsep stratifikasi berujung pada kecenderungan diskriminatif, meletakkan manusia dalam ruang yang berbeda, yang lebih rendah dari manusia yang lain hanya atas dasar kultur, pertimbangan-pertimbangan meterialistik dan cara pandang artifisial.
Bukankah semakin dalam penghayatan seseorang sebagai hamba, semakin rendah ia memosisikan diri dalam relasi antarsesama? Sebagaiman yang disabdakan oleh Nabi Muhammad: “Sesunggugnya Allah tidak memandang bentuk tubuh dan rupamu, tatapi memandang hatimu. (H.R. Muslim)”
Manusia diciptakan dalam kondisi serba berbeda, bahkan dalam tiap dimensi hidup dan kehidupannya. Namun perbedaan itu bermuara pada satu tujuan, yakni satu entitas utuh sebagai makhluk Tuhan yang didasari oleh semangat kesetaraan dan kesederajatan dengan kesadaran penuh akan nilai-nilai kehambaan. Hal ini dengan lugas dituturkan dalam iftitah Al Quran: “Hanya kepada engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan (Q.S: 1:5)”. Hikayat hidup manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Maha, Allah, Tuhan sekalian alam, penguasa jagat dan ruh semesta. Kesadaran semacam inilah yang jika diringkas akan menjadi satu kata kunci: Tauhid. Mudah untuk diucapkan tapi sulit untuk dilakukan, bukan?
[Muhammad-Affan]